Mitra Konstruksi

Mitra-Konstruksi

Mitra Konstruksi Profesional

Membangun sebuah proyek memerlukan pertimbangan yang sangat cermat. Terdapat beberapa perkara yang harus diperhatikan dengan baik agar proyek dapat diselesaikan dengan lancar. Segala pihak mulai dari owner hingga mitra konstruksi harus turut andil di dalamnya. Lantas tahukah anda apa saja faktor yang mempengaruhi kesuksesan pembangunan? Simak disini.

Daftar Faktor Penting yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Proyek

1. Memperhatikan Detail

Memberikan perhatian yang menyeluruh pada setiap bagian merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi munculnya resiko. Mulai dari rapat pertama hingga berjalannya proses pembangunan, harus memperhatikan hal hal kecil. Meskipun mungkin masalahnya tidak terlalu genting, problem tersebut tetap harus diselesaikan.

Memperhatikan detail bisa membuat pekerjaan lebih sempurna. Kesalahan disana sini bisa diminimalisir dengan biak. Pengecekan berulang perlu dilakukan hingga semua komponen proyek dapat dilaksanakan dengan tepat dan sempurna. Kecermatan sangat dibutuhkan ketika anda membangun sebuah proyek, mengingat biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit.

Orang yang pandai mengatur hal hal kecil atau yang biasa disebut dengan “detail oriented person” sangat sulit untuk ditemukan. Kelebihan ini masuk dalam sebuah keahlian yang sulit untuk dikembangkan. Semuanya sudah terlatih dan menjadi kebiasaan sejak kecil. Oleh karena itu memilih orang yang kompeten adalah syarat utama yang menunjang keberhasilan proyek.

2. Memahami Desain Proyek Dengan Baik

Desain dan perencanaan adalah tahap awal ketika hendak membuat proyek. Mitra konstruksi dan owner harus bekerjasama agar bisa mengerti betul bagaimana proyek tersebut dilaksanakan. Terkadang perbedaan persepsi bisa menjadi awal terhambatnya pembangunan. Oleh karena itu, semua pihak mitra konstruksi yang terlibat harus memahami setiap detail dengan baik.

Sejauh ini, desain menjadi landasan penting sebuah proyek karena didalamnya mengandung informasi teknis dan detail. Beberapa informasi yang bisa didapat dalam sebuah desain diantaranya adalah dimensi, material, elevasi, jarak, dan lain sebagainya. Semua itu menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.

Akan sangat disayangkan apabila perencanaan dan desain sudah matang namun tidak diimplementasikan dengan baik. Rutin melakukan pertemuan dan diskusi adalah hal yang harus dilakukan. Dengan begitu setiap langkah yang akan diambil sesuai dengan rencana dan kehendak semua pihak. Nantinya diharapkan tidak ada miss komunikasi.

3. Membuat Keputusan Yang Cepat Dan Cermat

Keputusan yang baik dihasilkan ketika telah melihat berbagai pertimbangan. Jangan hanya meninjau dari satu sudut pandang saja. Sudah sepatutnya untuk meminta saran kepada pihak lain. Langkah ini diambil agar keputusan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Selain cermat, keputusan yang diambil pada setiap pengerjaan proyek harus dilakukan dengan cepat. Pemilik proyek dan mitra konstruksi tentu berharap proyek selesai tepat waktu. Semakin lama waktu berpikir, semakin lama pula proyek terselesaikan.

Pemilik proyek sebagai pemeran utama dalam sebuah pembangunan memegang kendali yang penting saat pengambilan keputusan. Setelah selesai berdiskusi, owner harus meninjau kembali hasil dari rapat yang telah dibahas sebelumnya. Apabila dirasa keputusan tersebut sudah yang terbaik barulah dapat dilaksanakan.

4. Membangun Komunikasi Yang Baik

Semua orang yang terlibat dalam proyek harus dapat diajak komunikasi dengan baik. Kegiatan ini menjadi penjembatan antara pikiran dan kebutuhan. Sangat penting untuk mengemukakan pendapat. Ketika muncul indikasi adanya sebuah masalah, orang yang mengetahuinya harus langsung memberitahukan kepada anggota timnya yang lain.

Saat mengerjakan proyek tentu melibatkan banyak pihak. Komunikasi menjadi penjembatan antara satu tim dengan tim yang lain. Semuanya harus dapat bekerjasama agar proyek berjalan dengan lancar. Koordinasi yang buruk akan membuat pembangunan rawan terkena masalah. Tidak sinkronnya setiap divisi dapat menghambat jalannya konstruksi

Komunikasi juga bertujuan untuk mencegah munculnya konflik. Melalui komunikasi yang baik, semua orang dapat mengerti kehendak masing masing. Dengan begitu, tidak ada ada yang berselisih paham. Kesalahpahaman dapat membuat suasana kerja menjadi tidak menyenangkan. Semua mitra konstruksi harus saling menjaga agar suasana tetap nyaman.

5. Memantau Resiko Dan Tidak Menunda Pekerjaan

Setiap proyek mitra konstruksi penuh dengan resiko. Mulai dari desain, bahan, pemilihan lokasi, hingga perijinan semuanya harus disiapkan dengan baik. Hal hal yang telah disebutkan sebelumnya berpeluang menjadi penghambat jika terjadi masalah. Sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk meminimalisir munculnya gangguan.

Dalam sebuah proyek biasanya terdapat tim pengawasan. Mereka memiliki kewajiban untuk memastikan semua pekerjaan berjalan sesuai rencana. Meskipun hal ini termasuk ranah kerja mereka, semua pihak yang terlibat juga harus turut membantu. Anda sebagai pemilik proyek juga harus mengamati pelaksanaan proyek dengan baik.

Wajar apabila manusia melakukan kesalahan. Agar hal tersebut tidak terjadi, usahakan tim pengawasan terdiri dari orang orang yang sudah kompeten. Dengan begitu segala resiko bisa lebih diminimalisir. Jangan sampai terjadi kendala besar yang menyebabkan proyek terhenti di tengah jalan. Hal tersebut tentu dapat mengakibatkan kerugian besar.

6. Setiap Tim Harus Kompak dan Saling Percaya Satu Sama Lain

Sebuah tim dibentuk dengan tujuan untuk mempermudah setiap pekerjaan. Selain itu, tim dibentuk agar semua masalah bisa diselesaikan dengan baik. Akan tetapi, hal itu hanya bisa diperoleh apabila setiap mitra konstruksi bekerja dengan kompak. Saling percaya satu sama lain juga merupakan hal yang sangat penting.

Terkadang yang namanya perselisihan pasti muncul. Entah dipicu oleh masalah proyek atau masalah personal. Ada baiknya untuk segera menyelesaikan masalah tersebut dan tidak berlarut larut. Saat bekerja semuanya harus professional. Tidak boleh ada perasaan yang mengganjal karena ditakutkan akan mengganggu kinerja tim lain.

Selain itu, anggota tim yang berselisih akan membuat pekerjaan menjadi terhambat. Alhasil, muncul kemungkinan proyek akan terganggu. Salah satu jalan untuk menyelesaikannya adalah melalui komunikasi yang baik. Jika masalah agak sulit untuk diatasi, bisa meminta bantuan sebagai perantara yang menyambung kedua belah pihak.

7. Rutin Mengadakan Pertemuan Atau Rapat

Rapat menjadi salah satu kegiatan yang sebenarnya wajib dilakukan secara rutin. Kesempatan ini menjadi waktu dimana semua tim memaparkan setiap perkembangan proyek. Pertemuan ini hendaknya wajib dihadiri oleh setiap orang yang terlibat dalam proses pembangunan. Apabila jumlah timnya cukup besar, hanya perwakilan saja sudah cukup.

Usahakan setiap orang yang hadir dalam rapat paham atas kondisi pembangunan yang terbaru. Jangan sampai orang yang ditunjuk untuk mewakili tim adalah orang yang tidak mengerti kondisi terkini. Usahakan perwakilan setiap tim mitra konstruksi telah membuat draft terlebih dahulu agar semua masalah bisa tersampaikan tanpa ada yang terlewat.

Demi kelancaran proyek, sudah mestinya semua pihak memberikan kontribusi positif. Saling bantu dengan landasan berupa visi dan misi yang sama akan membuat pekerjaan terlaksana dengan baik. Selain itu semua pihak harus sigap mencegah resiko yang muncul. Langkah ini akan membuat proses pembangunan terhindar dari masalah.